Bolehkah Tidur Berlebihan saat Hamil?

  • Bagikan
keluhan-saat-hamil


Tidur yang cukup memang sangat diperlukan oleh Mums selama masa kehamilan. Hal ini sangat penting untuk menjaga tubuh Mums dan juga si Kecil dalam kandungan agar tetap sehat.

 

Meski ada beberapa Mums yang sering mengalami sulit tidur, beberapa yang lainnya justru tidur dalam waktu yang berlebihan selama hamil. Lantas, apakah tidur dalam waktu yang terlalu lama bisa berdampak pada kehamilan? Yuk, cari tahu lebih lanjut melalui uraian berikut ini!

 

Baca juga: Sulit Tidur saat Hamil? Atasi dengan Cara Ini!
 

Apa yang Dimaksud dengan Tidur Berlebihan saat Hamil?

Menurut National Sleep Foundation, jumlah waktu tidur yang diperlukan setiap orang bervariasi, tergantung dari beberapa faktor, termasuk usia. Pada kondisi ibu hamil, Mums setidaknya dianjurkan untuk tidur dengan durasi sekitar 7 hingga 9 jam setiap hari.

 

Namun jika Mums tidur dengan durasi selama 9 hingga 10 jam setiap hari, ini merupakan pertanda bahwa Mums sudah tidur secara berlebihan. Sebaliknya, jika Mums sering terbangun di malam hari atau memiliki pola tidur yang terganggu, Mums mungkin perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk beristirahat di tempat tidur.

 

Apa yang Membuat Ibu Hamil Mudah Mengantuk?

Sangat wajar jika Mums merasa lebih lelah dan mudah mengantuk selama kehamilan, terutama di trimester pertama dan ketiga. Pada trimester pertama, volume darah dan kadar progesteron dalam tubuh Mums akan meningkat. Kondisi ini akan membuat Mums merasa lebih cepat mengantuk.

 

Sementara pada trimester ketiga, berat bayi yang semakin meningkat dan perut yang kian membesar membuat Mums cenderung cepat lelah. Selain itu, kecemasan emosional tentang persalinan dapat membuat energi Mums lebih cepat terkuras. Kombinasi kelelahan fisik dan psikologis inilah yang akhirnya membuat Mums menjadi lebih mudah mengantuk.

 

Baca juga: Inilah Alasan Ibu Hamil Sebaiknya Tidur Miring ke Kiri
 

Apakah Ada Risiko Tidur Berlebihan Selama Hamil?

Sebuah studi mengungkapkan bahwa tidur berlebihan selama hamil, terutama pada trimester ketiga, dapat memiliki risiko tertentu terhadap kesehatan. Dalam studi tersebut, ibu hamil yang tidur selama lebih dari 9 jam secara rutin tanpa terganggu atau terbangun pada bulan terakhir kehamilannya, lebih mungkin memiliki kasus kelahiran mati yang lebih besar.

 

Namun, sebelum Mums panik dan khawatir untuk tidur terlalu lama, penting untuk diperhatikan bahwa penelitian ini telah ditentang oleh para ilmuwan. Para ilmuwan memberi anggapan bahwa durasi tidur yang bisa lebih panjang dan tanpa gangguan ini sebenarnya disebabkan oleh frekuensi gerakan janin yang menurun, bukan kondisi lahir mati.

 

Meski begitu, ada baiknya agar Mums tetap tidur dengan waktu yang cukup, tidak kurang ataupun berlebihan. Ingatlah, bahwa tidur yang cukup memang sangat dibutuhkan selama hamil, tetapi rutin beraktivitas ringan juga sangat penting untuk membantu tubuh Mums tetap fit selama kehamilan dan menjelang persalinan.

 

Apa Saja Faktor yang Menyebabkan Mums Tidur Berlebihan Selama Kehamilan?

Ada beberapa hal yang menyebabkan pola tidur Mums berubah selama kehamilan, di antaranya:

 

1. Perubahan hormonal

Selama trimester pertama, tekanan darah dan kadar gula darah akan menurun. Kondisi ini berpotensi menyebabkan perasaan mudah lelah. Selain itu, peningkatan kadar hormon progesteron selama periode ini dapat membuat Mums merasa ingin lebih banyak beristirahat atau tidur.

 

2. Sindrom restless leg

Banyak wanita hamil kesulitan untuk tidur karena mereka harus sering menggerakkan kaki. Kebiasaan ini biasanya dipicu oleh peningkatkan kadar estrogen atau kekurangan asam folat dan zat besi.

 

3. Penyakit GERD

Cincin otot di bagian bawah kerongkongan akan terbuka untuk membiarkan makanan masuk ke dalam perut. Pada wanita dengan kondisi GERD, cincin ini akan tetap longgar, sehingga makanan dan cairan di lambung dapat bergerak kembali ke tenggorokan. Kehamilan dapat menyebabkan GERD karena adanya tekanan esktra pada area perut, yang menghalangi cincin tertutup secara sempurna.

 

4. Insomnia

Insomnia biasanya terjadi pada trimester pertama dan ketiga. Salah satu penyebabnya adalah rasa sakit dan nyeri yang berhubungan dengan kehamilan. Selain itu, meningkatnya perasaan stres dan kecemasan seputar melahirkan dan perawatan anak membuat Mums sulit tidur. Akibatnya, hal ini membuat Mums akan sering beristirahat di tempat tidur, tetapi tidak tidur dengan nyenyak.

 

Nah, Mums itulah beberapa hal yang perlu diketahui terkait kebiasan tidur berlebihan selama hamil. Yup, meskipun tidur sangat dibutuhkan selama Mums hamil, tetap tidak boleh dilakukan secara berlebihan, ya. Bagaimanapun juga, Mums perlu melakukan beberapa aktivitas ringan untuk menjaga tubuh tetap prima selama hamil dan menjelang persalinan. (AS)

 

Baca juga: 7 Risiko Kesehatan Akibat Terlalu Banyak Tidur
 

 

Referensi

Healthline. “Is Excessive Sleeping During Pregnancy a Problem?”

 

 



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *