Miris, Anak Tega Usir Ibu yang Renta Sampai Tidur di Halte, Hanya Gara gara Sepele!

  • Bagikan


Ibu merupakan orang yang paling berjasa bagi kehidupan setiap orang.Seorang ibu rela mempertaruhkan nyawanya dan merawat anak dengan sepenuh hati.

Wajar rasanya apabila setiap anak seharusnya berbakti dan membalas semua jasa-jasanya.

Namun, hal berbeda justru dialami seorang ibu berusia 80 tahun asal Malaysia ini.

Bukannya mendapat kasih sayang dari anak, ia justru diusir dari rumahnya.

Bahkan, sang anak tega menyuruh ibunya untuk tinggal di halte bus.

Sang ibu yang tidak berdaya hanya menurutinya dan hidup di halte.

Ibu tersebut telah tinggal di halte selama satu tahun.

Namun, hal berbeda justru dialami seorang ibu berusia 80 tahun asal Malaysia ini.

Bukannya mendapat kasih sayang dari anak, ia justru diusir dari rumahnya.

Bahkan, sang anak tega menyuruh ibunya untuk tinggal di halte bus.

Sang ibu yang tidak berdaya hanya menurutinya dan hidup di halte.

Ibu tersebut telah tinggal di halte selama satu tahun.

“Wanita tua itu kemudian mengemasi pakaiannya dan datang ke halte bus ini untuk berlindung,” kata Kuan kepada para wartawan. 

Rupanya, anaknya tersebut setiap hari mengunjungi ibunya dan membawakan makanan.

Namun, sang anak masih enggan membawa ibunya kembali.

Ia seolah tidak peduli ibunya tidur di ruang publik.

Salah satu anggota komunitas sosial berhasil menghubungi putra sang ibu, sayangnya ia justru sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah telah mengusir ibunya.

Hal lain yang mengejutkan adalah sang anak merasa marah karena orang lain ikut mencampuri urusan keluarganya.

Muak dengan respon sang anak, anggota komunitas sosial yang bernama Kuan lalu menghubungi Departemen Kesejahteraan Sosial.

Lalu, para petugas datang membantu untuk memindahkan sang ibu ke panti jompo.

Berita ini membuat banyak warganet marah.

Sebab, sang anak dianggap tidak bertanggung jawab dan tidak bersyukur.

Beberapa juga mempertanyakan mengenai keberadaan dua anak lainnya karena mereka juga memiliki tanggung jawab yang sama.

“Diperlakukan seperti ini, aku hanya bisa membayangkan betapa kecewa yang dirasakan sang ibu. Saya berharap putranya bisa sadar sebelum terlambat, ”kata seorang netizen. 

Beruntung, komunitas sosial mendatangi ibu tersebut dan mendengarkan kisah hidupnya.

Sebenarnya, sang ibu memiliki dua orang putra dan seorang putri.

Sebelumnya, ia tinggal bersama salah satu putranya yang merupakan seorang pembuat sepatu.

Namun, satu tahun lalu sang anak tiba-tiba memberi tahu ibunya bahwa mereka tidak punya lebih banyak ruang di rumah.

Tanpa punya perasaan, ia meminta ibunya untuk pindah.

“Wanita tua itu kemudian mengemasi pakaiannya dan datang ke halte bus ini untuk berlindung,” kata Kuan kepada para wartawan. 

Rupanya, anaknya tersebut setiap hari mengunjungi ibunya dan membawakan makanan.

Namun, sang anak masih enggan membawa ibunya kembali.

Ia seolah tidak peduli ibunya tidur di ruang publik.

Salah satu anggota komunitas sosial berhasil menghubungi putra sang ibu, sayangnya ia justru sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah telah mengusir ibunya.

Hal lain yang mengejutkan adalah sang anak merasa marah karena orang lain ikut mencampuri urusan keluarganya.

Muak dengan respon sang anak, anggota komunitas sosial yang bernama Kuan lalu menghubungi Departemen Kesejahteraan Sosial.

Lalu, para petugas datang membantu untuk memindahkan sang ibu ke panti jompo.

Berita ini membuat banyak warganet marah.

Sebab, sang anak dianggap tidak bertanggung jawab dan tidak bersyukur.

Beberapa juga mempertanyakan mengenai keberadaan dua anak lainnya karena mereka juga memiliki tanggung jawab yang sama.

“Diperlakukan seperti ini, aku hanya bisa membayangkan betapa kecewa yang dirasakan sang ibu. Saya berharap putranya bisa sadar sebelum terlambat, ”kata seorang netizen. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *