Bocah 4 Tahun di Pasuruan Dibunuh dan Diperkosa Tetangganya

  • Bagikan



Pasuruan: Pasangan suami istri (pasutri) Mochamad Tohir, 27, dan Ifa Maulaya, 

19, warga Desa Tanggulangim, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa 

Timur, ditangkap polisi lantaran membunuh bocah empat tahun, RA. Tersangka 

Tohir bahkan sempat memperkosa sebelum membunuh dan merampas harta anak 

tetangganya itu.

“Kami temukan luka robek di kemaluan korban,” ungkap Kapolres Pasuruan, 

AKBP Rofiq Ripto Himawan,Rofiq menerangkan, pencabulan dilakukan tersangka 

sebelum pembunuhan. Selanjutnya, tersangka mengajak korban ke lokasi 

pembunuhan di pematang sawah. Saat itu, tersangka Tohir menemukan batang 

kayu, dan langsung dihantamkan ke kepala belakang korban.

“Saat itu, korban tak meninggal. Sehingga pelaku meminta bantuan istrinya Ifa 

untuk menenggelamkan korban di parit sawah,” terangnya.
 
Dia menerangkan, RA mengalami gagal napas hingga tewas di lokasi kejadian. 

Usai membunuh RA, pasutri itu melucuti perhiasan korban.
 
“Tersangka pun mengakui jika telah membunuh korban sebelum merampas 

perhiasan korban,” ungkapnya.Rofiq menjelaskan, Tohir merupakan tetangga dari 

korban. Jarak rumah korban dengan pelaku sekitar 20 meter.
 
Pasutri pelaku pembunuhan ini dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 

35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 5 

tahun serta pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

 
Sebelumnya, jasad RA ditemukan warga Dusun Klompang, Desa Tanggulangin, 

Kecamatan Kejayan, Pasuruan, pada Selasa, 7 Juli 2020, di kubangan sawah. 

Putri dari pasangan SU dan SA ini diduga korban pembunuhan dan perampasan.
 
“Semua barang berharga milik siswi TK ini, yang berupa gelang emas, kalung 

emas dan anting emas hilang dari tubuh korban,” ungkap Kapolsek Kejayan, AKP 

Sugeng Prayitno.
 
Sekretaris Desa Tanggulangin, Abdul Karim, mengatakan penemuan jasad RA 

bermula saat salah satu warga yang tengah pergi ke sawah. Kemudian, melihat 

sesosok mayat di kubangan sawah.
 
“Warga langsung melaporkan kejadian kepada sejumlah warga desa dan 

melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kejayan,” terangnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *